PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA DI KARAWANG

Budi Rismayadi

Dalam bukunya yang berjudul Ekonomika Pembangunan, Irawan dan Suparmoko (1990) menuliskan bahwa “ Penduduk merupakan factor produksi utama yang tersedia di Negara-negara yang relative terbelakang dan juga merupakan factor yang berlebihan. Karena itu mobilisasi dari kekuatan penduduk ini untuk kegiatan dalam bidang ekonomi, social dan kebudayaan akan sangat baik dan dengan cara yang sesuai dengan masyarakat disitu akan menghasilkan suatu kemajuan pesat”.

Dengan demikian potensi jumlah penduduk yang dimiliki suatu daerah hendaknya menjadi satu keunggulan bagi proses pembangunan daerah tersebut, mobilisasi jumlah penduduk dalam lapangan kerja dapat menciptakan pembangunan yang lebih pesat, sementara kondisi kelebihan tenaga kerja yang tidak terserap dilapangan kerja yang tersedia hendaknya dapat dilibatkan dalam pembangunan ekonomi yang didasarkan pada tradisi atau paguyuban dengan menciptakan proyek-proyek pembangunan yang bersifat padat karya dan gotong royong.

Akan tetapi perkembangan paradigm masyarakat yang sedikit demi sedikit mengalami perubahan ketika budaya masyarakat yang mengalami pergeseran dimana nilai-nilai individual telah melunturkan nilai kebersamaan dan mengancam kehidupan social masyarakat yang sebenarnya secara turun temurun telah terpelihara, hal ini tentunya menjadi persoalan dimana sebagian masyarakat mulai berorientasi pada materi dan kekayaan untuk menjalankan aktivitas kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s