Nasib Anak Jalanan

Michael Todaro Mengatakan bahwa ” Ciri negara berkembang salah satunya ditunjukkan dengan semakin banyaknya kawasan kumuh dan gelandangan di perkotaan” nah di Indonesia ini tampaknya pemandangan itu sudah biasa, bahkan ada satu kampung di tanah jawa yang semua penduduknya bermata pencaharian sebagai Gelandangan dan Pengemis atau disingkat “Gepeng”.

Karawang salah satu kota yang menjadi sasaran urban para keluarga yang memang sengaja mengais rejeki dengan cara seperti itu, pada suatu malam (sekitar jam 23.00) saya menemukan seorang anak balita (berusia sekira 4 tahun) sedang mengamen di pintu perlintasan kereta api di jalur Kota, sungguh menyedihkan jika saja memikirkan nasib mereka dimasa depan, mereka menjadi korban dari ketimpangan ekonomi dan pembangunan daerah sehingga terpaksa menjadi pengamen jalanan

Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dan kita sebagai warga masyarakat, membiarkan semua ini terus terjadi sehingga generasi muda yang akan datang menjadi beban yang berat bagi pembangunan, atau mengambil alternatif pilihan untuk menghentikan praktek seperti ini dengan cara pemberdayaan dan pendidikan ? semestinya pemerintah memiliki cara-cara yang lebih arif untuk menuntaskan persoalan ini secara komprehensif

3 thoughts on “Nasib Anak Jalanan”

  1. dah hampir 8 thn tinggal di karawang, saya lihat pemkab kok tidak berbenah untuk mengatasi masalah anak jalanan dan ketimpangan sosial yg semakin parah.
    Setiap pergantian kepemimpinan selalu saja diawali dengan proyek2 yang instan, seperti menghias kota karawang, jalan hotmix, dll.
    Tetapi semuanya itu tidak didasari dengan plan yang matang dan berkesinambungan. Sehingga karawang tidak akan pernah bisa maju dan masyarakat sepertinya bermalas-malas.
    Sehingga gepeng, pengemis dan anak jalanan semakin banyak.
    Apa kata dunia ??

  2. Seiring ekspansi besar2-an dunia industri ke karawang, yang kemudian secara sosiologi “menyaingi” kehidupan masyarakat tani asli karawang, sudah pasti menyebabkan ketimpangan perekonomian. Tambah lagi ketidaksiapan masyarakat tani karawang bersaing di bidang SDM dengan pendatang.
    Kedepannya akan banyak lagi gelombang pendatang yang mengejar manisnya gula-gula industri yang makin pesat.
    Pemerintah karawang seharusnya sudah/segera menyiapkan instrumen pengatur masalah kependudukan dan pertanahan yang sangat serius, sebab jika tidak maka kedepannya akan terjadi kesemrawutan seperti yang terjadi di Cikarang dan juga Batam….

    tapi gw prnah ngalamin kejadian menarik mengenai pengemis di kota ini, waktu itu pagi2 gw lagi mkn bubur di GOR, trus gw liat ada pengemis (ibu dan bayi) di drop pake motor ama suaminya… gw aja sampe skrng ga punya motor

  3. halow menurut saya situs ini bagus karena, bagi pembaca bisa berbenah diri dan membuka mata tentang masalah anak jalanan yang sangat menyedihkan.
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s