Petani Demo Minta Jaminan Air

Sumber di peroleh dari : Prakarsa Rakyat

Karawang, Kompas –

Ratusan petani dan buruh di Kabupaten Karawang berunjuk rasa di sejumlah kantor instansi di Karawang, Rabu (29/8). Mereka meminta jaminan pasokan air untuk mengamankan masa tanam musim ini.

Selain mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, massa juga beraksi di Kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan, Kantor Divisi II Perum Jasa Tirta (PJT) II, serta Gedung DPRD Karawang. Mereka menyampaikan aspirasi dan berorasi di sejumlah kantor itu.

“Kekeringan ini tidak perlu terjadi jika pemerintah memerhatikan infrastruktur irigasi dan benar dalam pengelolaan air,” ujar Deden Sofian, Koordinator Serikat Petani Karawang (Sepetak).

Petani dari Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya melakukan aksi serupa bulan lalu. Mereka menuntut penambahan pasokan dan penertiban penyerobotan air irigasi. Minimnya debit air membuat sawah yang sudah diolah dan areal persemaian mengering lagi.

Abu Syukur, Kepala Bagian Usaha, Operasi, dan Pemeliharaan Divisi II PJT II mengatakan, pasokan air sebanyak 69 meter kubik per detik saat ini sebenarnya mencukupi kebutuhan petani. Namun, pengaturan dan pengelolaan air sulit dilakukan karena ada penyerobotan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Karawang Yet Dimyati mengatakan, pengelolaan air dilakukan bersama sejumlah instansi terkait. Karenanya, masalah tersebut harus diselesaikan bersama.

Sementara itu, Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Karawang memperkirakan, kekurangan air yang terjadi di areal persawahan pesisir utara Kabupaten Karawang tak mengancam produksi. Target sebesar 1,272 juta ton gabah kering pungut (GKP) tahun ini diperkirakan tercapai.

Realisasi produksi sampai dengan 15 Agustus mencapai 707.853 ton GKP atau 55 persen target. Realisasi luas tanam mencapai 162.264 hektar atau 84,5 persen dari total rencana seluas 191.991 hektar. Sebanyak 118.998 hektar di antaranya telah dipanen. Krisis air bersih

Sementara itu, dari Cirebon dilaporkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Cirebon kesulitan memasok air bersih bagi pelanggan dan warga yang tidak mampu melalui tangki. Alasannya, keterbatasan sarana dan biaya pun terlalu mahal.

“Pelanggan dan warga miskin memang selalu menunggu suplai air dari PDAM. Akan tetapi, mobil tangki yang dimiliki hanya dua unit sehingga distribusi tak lancar,” kata Ade Kusnindar, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Kabupaten Cirebon.

Penyaluran air lewat tangki juga membutuhkan biaya Rp 150.000 per tangki. Jika pengiriman air itu dilakukan enam kali per hari, butuh setidaknya Rp 50 juta dalam sebulan untuk menutupi biaya operasional dan pembelian air. (MKN/NIT)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s