Pelat Kuning Kandang Sapi Gede Mengawali Berdirinya Kabupaten Karawang

sumber : Bupala

Karawang berdiri sejak dikeluarkannya piagam Pelat Kuning Kandang Sapi Gede oleh Sultan Agung kepada

Raden Singaperbangsa dan Raden Wirasaba, 3,8 abad lampau. Saat itu, wilayah Karawang sangat luas, meliputi Bekasi, Subang, Purwakarta.
Memasuki sejarah perjalanan Kabupaten Karawang, kita awali dengan kedatangan seorang Hafidz Qur’an dari
Champa sekitar abad ke XV masehi yang bernama Syech Hasanudin bin Yusuf Idofi, atau yang terkenal dengan julukannya, Syech Quro. Ia mendirikan paguron-paguron
Islam di Karawang, tepatnya di kampung Pulobata desa Pulokalapa, kecamatan Lemahabang-Wadas. Sejak penyebaran agama yang diwahyukan Allah SWT kepada
Rasulullah SAW itulah, kemudian agama Islam menyebar di seantero jagat oleh para waliullah yang terkenal dengan sebutan wali Sanga.
Pada masa penyebaran agama Islam di Karawang, komplek pemakaman Syech Quro masih merupakan hutan belantara dan rawa-rawa. Hal ini bisa kita duga apabila menelaah asal kata Karawang berasal dari bahasa sunda Ka-Rawa-an yang artinya tempat penuh rawa. Nama tersebut
sesuai dengan keadaan geografis Kabupaten Karawang yang berawa-rawa. Bukti yang memperkuat pendapat tersebut yakni dengan banyaknya nama-nama daerah di Kabupaten Karawang yang diawali dengan kata Rawa seperti; Rawasari, Rawagempol, Rawa sikut, Rawa Gede, Rawa Merta, Rawa Gabus dan rawa-rawa lainnya.
Namun, menurut sumber lain pada buku-buku Portugis (tahun 1512 dan 1522) menyebutkan, nama Karawang diambil dari bahasa Portugis “Caravan”. Istilah ini diberikan bangsa Portugis karena apabila orang-orang yang bepergian akan melawati daerah rawan, untuk keamanan mereka pergi berkafilah-kafilah dengan menggunakan hewan seperti Kuda, Sapi, Kerbau atau Keledai. Demikian pula halnya yang terjadi pada jaman dahulu, kesatuan-kesatuan kafilah yang dalam bahasa Portugis disebut “Caravan” membuat
pelabuhan-pelabuhan di sekitar muara sungai Citarum yang menjorok ke pedalaman Karawang. Sehingga disebut dengan “Caravan” yang kemudian berubah menjadi
Karawang. Dalam sumber pada buku-buku Portugis (tahun 1512 dan 1522) tadi, Karawng memang terletak di sekitar Sungai Citarum. Memang pada masa itu, keberadaan Karawang dikenal sebagai jalu Lalu Lintas yang sangat penting untuk menghubungkan Kerajaan Pakuan Padjajaran dengan Kerajaan Galuh Pakuan yang berpusat di daerah Ciamis.
Hal diatas ada kaitannya dengan yang dijelaskan Tendam. Menurut Tendam”…dari Pakuan Padjajaran ada sebuah jalan yang dapat melalui Cileungsi atau Cibarusah, Warung Gede, Tanjung Pura, Karawang, Cikao, Purwakarta, Sagalaherang terus ke Sumedang, Tomo, Sindang Kasih, Raja
Galuh, Talaga, Kawali dan akhirya berpusat di kerajaan Galuh Pakuan di Ciamis dan Bojong Galuh. Luas wlayah kabupaten Karawang saat itu, tidak sama dengan luas wilayah Kabupaten Karawang pada masa sekarang. Pada masa itu, luas wilayah
Kabupaten Karawang meliputi Bekasi, Subang, Purwakarta dan Karawang sendiri.

One thought on “Pelat Kuning Kandang Sapi Gede Mengawali Berdirinya Kabupaten Karawang”

  1. assalamualaikum…………….
    abdi romadhoni,asli urang karawang, abdi syukur pisan jdi urang karawang, pokona mah karawang sip lah, bumi abdi di kp palasari… karawangku jadi lah kota yang pnya ciri khas di mata indonesia sebagai kota yang baik……………..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s