Gunung Loji yang Nyaris Akan Hilang

gunung Loji

Satu dari sekian banyak gunung yang memagari wilayah selatan Kabupaten Karawang, gunung ini memiliki kandungan material batu belah yang oleh sebagian besar masyarakat dieksploitasi, anda dapat melihat dengan jelas aktivitas penggalian batu tersebut, dan diperkirakan dalam waktu kurang dari 5 tahun, gunung ini pun akan menghilang.

Loji adalah tempat yang memiliki potensi wisata alam yang sangat indah, dulu orang-orang berkunjung ke daerah tersebut untuk sekedar menikmati riak air sungai Cigentis, air terjun serta pemandangan yang indah sambil bermain air bening yang mengalir dan sekedar duduk santai di atas bebatuan besar yang banyak terdapat disungai, tetapi kini bebatuan itu telah habis, tangan-tangan serakah manusia telah merusak tatanan alam, gunung dan hutan telah gundul dan daerah ini terancam longsor dan berbagai bahaya yang mungkin timbul.

8 thoughts on “Gunung Loji yang Nyaris Akan Hilang”

  1. Sy turut berduka yg sedalam2x nya atas tragedi PENGHANCURAN ALAM oleh manusia2x biadab.. Gak pnya naluri,gak punya hati…! Aku hanya bisa meneteskan air mata melihat pmndgn daerah loji ,tgl waru dan sktrnya… Mudah2xan tuhan mmbrikan kesadaran pd org2x yg telah merusak alam loji.. Walaupun aku jauh dari cinangka pabuaran,subang…tp perasaan hati kcl ku sngat sakit…sakit…sakit menyaksikan loji yg dulu katanya indah… Tp skrg sudh hancur… Smoga tuhan cpt2x ngasih mereka kesadaran.. Aamiin.. By sona,pabuaran,subang.

  2. sya mrasa prihtn atas d kndsknnya gnung yg ada d loji,dmpknya psti yg mrasakn wrga plasari n psawahn pun gk kan teraliri air lg,krna sumbr mta air brasal dri gnung trsbut.

  3. Betul sekali, apa yang teman-teman bahas. Saya mengenal area itu di tahun 86 saat masih sma dan pernah melakukan susur sungai cigentis. Suasana asli alami, jungle adventure, gak pernah kering.Th 96 ke sana sungai sudah mengecil, curug santri telah mati.Th 2000-an ke sana bawa anak dengan maksud mengajari anak alam, eh musim kemarau airnya kering, terus di lokasi curug sudah jadi “pasar” warung gubug. Masarakatnya sudah duit oriented, bagus si tapi gak sepadan dengan kerusakannya. Harus kasih tahu bupati atao dpr kali, itupun kalo oarng2 itu punya pikiran kayak kita, ya.

  4. Kita saat ini memang hanya bisa berharap, belum ada upaya secara komprehensif menyadarkan masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan, bukan sebatas pada alam dan beragam sumber dayanya, tetapi juga lingkungan manusia sebagai sumber daya yang memiliki kekuatan dahsyat bagi kemakmuran bersama, bagi kehidupan yang nyaman bukan sebagai mahluk yang mementingkan nafsu serakahnya semata.
    Lihatlah contoh kecil di Tegalwaru, nama gunung Sirna Langgeng yang sekarang dijadikan sumber eksploitasi material bebatuan, tanpa disadari sesuai namanya gunung ini akan sirna selamanya, ini bukti bahwa segala sesuatu disadari atau tanpa disadari menuju pada sebuah perubahan antara musnah dan tetap ada, bergantung pada siapa yang mendahulukan kepentingan yang mana……. pribadinya…keluarganya…lingkungannya atau kepentingan bersama ???

  5. Saya sebagai penduduk asli Loji merasa sangat prihatin tentang kondisi alam Loji saat ini.Menurut saya semua ini disebabkan oleh tangan-tangan usil manusia yang tidak bertanggung jawab.Seperi contoh para pengusaha “asing” yang hanya ingin meraup keuntungan semata, tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan.
    Jika Anda coba berkunjung ke daerah Loji, yang katanya dulu salah satu daerah yang memiliki keindahan alam karena pesona panorama pegunungan yang alami, namun saat ini keadaaannya sudah berbalik 180 derajat. Sungguh sangat tragis dan memprihatinkan, tak ada lagi kebanggaan dari kota Karawang. Padahal Loji merupakan daerah pariwisata yang dapat mendatangkan income yang terbilang lumayan bagi APBD setempat. Selain hal tersebut di atas Loji adalah salah satu “kota santri” di daerah Karawang. Terbukti dengan banyaknya didirikan pondok pesantren yang santrinya berasal dari luar daerah, karena para orang tua santri tersebut percaya dengan kualitas pendidikan agama di Loji. Tapi pada kenyataannya (saat ini) citra Loji di masyarakat sudah tercemar, dikarenakan akhlak para generasi muda yang sudah bobrok. Sangat ironi sekali daerah yang dipenuhi oleh pondok-pondok pesantren tetapi ternyata mempunyai generasi muda yang bobrok……
    Free sex, pergaulan bebas, tingkat kriminalitas yang tinggi….????
    Siapa yang perlu disalahkan atas semua ini??? Orang tuakah yang salah mendidik mereka??? Ataukah modernisasi yang belum siap diterima oleh warga Loji…????

    Kaitannya dengan hal di atas, banyak sekali orang yang berwisata ke daerah Loji yang pada awalnya ingin menikmati keindahan alam (gunungnya), malah memanfaatkan tempat-tempat wisata tersebut untuk berbuat maksiat…….
    entah itu dari para pendatang yang sengaja berkunjung, namun tidak sedikit pula warga sekitar.

    Demikian hal yang dapat saya kemukakan mengenai keadaan Loji saat ini.
    Semoga dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua.
    Satu harapan dari saya, semoga Loji dapat kembali seperti dulu.
    Amien….

  6. Berita yang anda sampaikan mengenai kondisi alam KARAWANG LOJI adalah benar adanya, kawasan loji yang dulu indah dengan hamparan sawah hijau yang luas membentang yang di batasi oleh gunung dan bukit-bukit yang hijau serta air gunung yang bening yang selalu terdengar bergemerecik mengalir tiada hentinya laksana lukisan ALAM dengan iramanya yang tak ada tandingannya.
    Tapi Kini Lukisan Alam dan iramanya tersebut sudah mulai berubah, di mana ekploitasi alam di sana yang semena-mena seperti penebangan HUTAN hingga membuat beberapa BUKITnya tampak gundul dan tak sedap di pandang seperti bukit yang berada di kawasan Gunung BUBUT, Gunung Cipaga dan beberapa Bukit yang saya sendiri belum tahu namanya, yang semua bukit-bukit itu masih berada di kecamatan Tegalwaru Loji KARAWANG, yang akhirnya menjadi bencana kekeringan untuk warga sekitar karena bukit-bukit tersebut sudah tidak bisa lagi menyimpan Air karena sudah tidak adanya pepohonan yang menahan Air tanah tersebut. serta Ekpoitasi penambangan BATU-BATU alam yang menggunakan BOM untuk menghancurkan gunung tersebut agar dapat di ambil batu-batunya, hingga membuat gunung-gunung tersebut mulai lenyap dan datar dengan sawah, sungguh pemandangan yang membuat sakit di hati dan membuat sedih yang teramat dalam, bagaimana nasib anak cucu kita nanti, apakah mereka akan tetap menyaksikan LUKISAN ALAM ini atau hanya menyaksikan bekas kehancuran oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
    Saya tidak tahu apakah pihak pemerintah setempat mengetahui kehancuran Alam LOJI Karawang, atau apakah mereka hanya memikirkan kantong mereka sendiri hingga membuat mata hati telinga dan mata mereka tetutup menyaksikan semua bencana penghancuran yang sedang berlangsung.
    Mudah-mudahan banyak hati yang terketuk dan dapat menhentikan penghancuran ini, serta memelihara Alam tersebut sebagai warisan untuk anak cucu kita.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s