OEPAS KORAK

“Oepas Korak” adalah nama organisasi pecinta alam di kecamatan Tegalwaru (dulu masuk kecamatan Pangkalan), di ketuai oleh Ahmad Rakhmat, SE yang biasa dikenal dengan panggilan “Ucang” alumni Fakultas Ekonomi Universitas Singaperbangsa Karawang dan merupakan aktivis Mahasiswa Pecinta Alam Unsika (Mapalaska) semasa kuliah.

Apa yang menarik dari organisasi ini ?, Oepas Korak menjalankan aktivitas bukan saja semata-mata pada kegemarannya melakukan ekspedisi alam, tetapi telah berkiprah dengan mengembangkan wirausaha tani yang salah satunya adalah mengembangkan agri bisnis penanaman cabe hibrida yang semuanya dikelola oleh anggotanya.

dalam kesempatan berkunjung ke lokasi, saya berbincang dengan saudara Ucang mengenai latar belakang menjalankan kegiatan tersebut, dengan penjelasan panjang lebar dia mengatakan yang intinya adalah berusaha untuk menggugah masyarakat sekitar untuk memanfaatkan potensi sumber daya pertanian dan perkebunan menjadi sumber usaha, sehingga mereka tidak lagi mengandalkan hasil hutan yang belakangan ini menimbulkan kerusakan yang sangat besar, saat ini Ucang dan kelompoknya telah berhasil memanen sebanyak 1,5 ton cabe di lahan percobaan seluas 1/4 Ha, dan sekarang luas lahan yang sedang di garapnya mencapai sekitar 2 Ha, bahkan menurutnya kelompok ini telah ditawari proyek untuk penggarapan seluas 10 Ha pada tahun 2008 mendatang.

Kelompok pecinta alam ini patut mendapatkan pujian atas kerja kerasnya untuk melindungi alam dengan cara mengembangkan agribisnis yang diharapkan nantinya akan menjadi sandaran hidup masyarakat, sehingga mereka tidak lagi merambah hutan untuk mencari penghasilan.

Anda Gemar Menulis ?

Budi Rismayadi

Menulis artikel memang sangat menyenangkan, terlebih lagi jika kita memang memiliki kegemaran untuk menulis, setiap orang sebenarnya memiliki keahlian itu, meski hanya sekedar tulisan biasa namun kadang bisa jadi menarik perhatian pembaca lainnya. Saya sendiri mulai sering menulis artikel sejak Sekolah Menengah, bahkan kebiasaan menulis pada masa-masa itu sempat menginspirasi saya untuk menjadi seorang novelis atau penulis cerita fiksi, tapi tampaknya saya tidak memiliki keahlian yang lebih berkenaan dengan yang satu itu.

Akhirnya sebagian besar tulisan saya lebih banyak menceritakan persoalan pembangunan dan tentunya sedikit berkisah tentang cerita-cerita pendek romatisan, tapi itu pula yang membuat saya merasa cukup senang dengan kegiatan itu.

Jadi mengapa tidak membuat sebuah media yang tepat untuk menyalurkan kegemaran sya menulis, rasa-rasanya blog menjadi pilihan tepat untuk mengutarakan itu, dan wajar saja jika kemudian saya lebih banyak membuat blog yang isinya tulisan mengenai informasi pembangunan dan lainnya

Karawang Rawan Banjir

Banjir tahun 2006

Banjir…?? ah sudah tidak aneh, awal tahun 2004 lalu Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya terendam banjir hingga mencapai lebih dari 2 meter karena luapan sungai citarum menurut warga setempat banjir seperti itu sebelumnya tidak pernah terjadi, kemudian awal tahun 2006 banjir serupa kembali terjadi dan kemarin awal tahun 2007 banjir terbesar dan terparah telah menjebol tanggul dan menyebabkan ratusan hektar sawah dan tambak ikan hancur.

Mungkinkah awal tahun 2008 banjir itu akan datang lagi..???, gak ada yang berani bilang pasti, tetapi prediksi itu sudah muncul karena telah terjadi kerusakan dan pendangkalan Daerah Aliran Sungai sebagai akibat dari aktivitas sedot pasir di Kp Tenjojaya Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya, belum lagi penggundulan hutan yang terus menerus meluas, tampaknya banjir yang lebih besar akan terjadi di tahun-tahun mendatang.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah dan warga karawang…??, belum ada upaya maksimal yang bertujuan mengantisipasi peristiwa serupa, kebanyakan orang hanya menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan dan Nasib saja, bukan mencari solusi bagaimana menghentikan kegiatan pendangkalan sungai citarum dari aktivitas penggalian liar atau mencegah penggundulan hutan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Pemerintah bisa sembunyi tangan dengan kejadian ini cukup dengan mengatakan “siapa yang bisa mencegah kekuatan alam ?” tidak ada satupun manusia yang akan sanggup. padahal pertanyaan mendasar yang nyaris dilupakan adalah “adakah peraturan atau hukum di negara ini yang bisa mencegah pengrusakan alam itu ?, jikalau ada mengapa tidak dilaksanakan dengan benar ?, mengapa mereka dibiarkan membabat hutan dan menggali pasir di DAS citarum ?” dan banyak lagi pertanyaan yang pasti menyudutkan pemerintah.

Banjir……..banjir……….bersiap-siaplah warga karawang bahaya itu kerap akan datang di tahun mendatang……… Alam memiliki kekuatan yang luar biasa besar, tetapi ingatlah bahwa kekuatan itu muncul karena keserakahan manusia… jadi sadarlah !!!

Bisnis Tanaman Hias

lemonadeSekarang ini di Karawang mulai banyak orang yang memiliki hoby mengoleksi berbagai macam tanam hias, jenis Aglaonema dan Anthurium banyak dijual bahkan sekarang ini jenis ephorbia dan Adenium sudah demikian banyaknya, efeknya harga tanaman jenis ini cenderung mengalami penurunan, tinggal Aglaonema yang masih bertahan khususnya Pride of Sumatra dan jenis Valentino yang masih di gandrungi.

Jika anda berkunjung ke karawang dan berjalan-jalan disekitar By Pass Karawang menuju arah Bekasi, atau dari gerbang tol barat karawang di sana banyak ditemukan penjual tanaman hias, sementara itu nurseri yang terkenal di karawang adalah Benara di wilayah Dawuan Cikampek.

Anak Gunung dari Cibayat

Anak Gunung

Sungguh kuat fisik mereka, memikul air dan harus berjalan jauh dari rumahnya di Cibayat Kecamatan Tegalwaru karena sumber air di rumah mereka telah mengering, ini sudah rutinitas setiap tahun karena daerah ini sering dilanda kekeringan, untunglah terdapat bendungan yang tetap menyimpan air meski dimusim kemarau.

Daerah ini berada di pegunungan sebelah selatan Karawang, berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, kehidupan masyarakatnya yang sederhana sementara mata pencaharian mereka umumnya adalah pekebun dan sedikit yang bekerja disektor pertanian dan perdagangan, daerah ini memiliki potensi wisata yang cukup baik, namun sayangnya infrastruktur jalan dan sarana transportasi belum masuk di daerah ini sehingga sulit untuk dijangkau oleh pengunjung dari luar.

Masyarakat berharap pembangunan sampai di daerah mereka, sehingga sedikitnya masyarakat di sana dapat menikmati penghidupan yang layak, poto ini diambil bertepatan dengan peristiwa angin puting beliung yang menerjang daerah ini.